Skip to main content

Sudah Mulai Bisa Tengkurap, Telinga Pun Sudah Ditusuk

Memasuki bulan ketiga shiren sudah dilubangi telinganya untuk dimasukkan anting sebagai tanda untuk memperjelas bahwa anak kami adalah seorang perempuan, hehehe. Tingkah laku juga semakin hari semakin baik, sudah jarang menangis (rewel).

Leherpun sudah mulai keras, sudah bisa di gerakkan sendiri kekiri dan ke kanan, meski kadang masih oleng, kayak kapal saja. Untuk frekuensi ASI kami sesuaikan saja dengan petunjuk penggunakan yaitu menggunakan botol ASI 120ML , diisi dengan 5 sendok susu, tapi botol diisi hampir penuh dengan air mineral, perkiraan 150ML, dalam hal ini 1sendok itu setara dengan 30ML air.

Selain bagian leher yang sudah agak keras, shiren juga kini mulai bisa tengkurap sesekali, terkadang juga kalau sudah tengkurap tidak bisa lagi membalikkan sendiri badannya, sehingga kamipun bantu, terkadang juga bisa sendiri, dalam hal ini, maksunya dalam tengkurap, kami selalu mengawasi, takutnya terjadi apa-apa yang tidak diinginkan, seperti tidak bisa bernapas, dan lain sebagainya.

Berikut foto shiren memasuki pertengahan bulan ketiga...
shiren umur 3 bulan
shiren umur 3 bulan
Itulah foto shiren memasuki umur 3 bulan. Oiya, kukunya juga diperhatikan, tiap hari jumat dipotong agar tidak melukai wajah, karena bayi pada saat umur 3 bulanan, selalu menggosok/garuk wajahnya dengan tangan.

Comments

Popular posts from this blog

Alhamdulillah Shiren Faresta Rizal Lahir

Sri Nur Jannah, adalah istri dari Muhammad Rizal (saya sendiri sebagai author blog ini), setelah 9 bulan mengandung akhirnya melahirkan putri pertama kami (baca: Shiren Faresta Rizal) di Rumah Sakit Umum Hayyung Benteng Selayar, tepatnya 01:30 dini hari, Selasa, 21 Pebruari 2017 dengan melahirkan normal dan selamat alhamdulillah.

Proses kelahiran ini adalah suatu yang kami anggap luar biasa, karena sebelumnya kami sudah berkonsultasi dengan dokter pada awal bulan pebruari lalu, kemudian dokter menyatakan kalau perkiraan lahiran adalah tanggal 10 pebruari 2017, dan kami menunggu sampai tanggal tersebut, belum juga lahiran. Akhirnya kembali check up ke dokter, sekarang mengatakan kalau air ketuban tinggal sedikit, dalam jangka 2 hari kedepan mesti diambil tindakan, pertama kali di induksi , kalau berhasil alhamdulillah, tapi kalau gagal, lanjut ke operasi.

Yang namanya orang tinggal dikampung tapi gak kampungan yah, sangat-sangat takut sekali dengan yang namanya operasi, itu kalau orang…

Tali Pusar Belum Kering dan Belum Terlepas

Hari ini 27 Februari 2017, shiren sudah berumur 1 minggu. Yang membuat kami cemas adalah tali pusar belum lepas (jatuh), karena orang-orang bilang kalau tali pusar jatuh paling lama 3 hari, nahh ini sudah 1 minggu belum lepas juga.

Sesuai keterangan dokter dan bidan yang menangani saat di Rumah Sakit, pusarnya tidak usah diobati, dijaga saja kebersihannya, kalau sudah mandi diganti kain kasa yang menjadi penutup pusar. Dengan begitu kamipun tidak mengobatinya membiarkan saja seperti itu.

Shiren juga kelihatannya tidak terganggu dengan keberadaan potongan tali pusar itu. Dan tidak juga merasa sakit, artinya sejauh ini amanlah, walaupun tali pusar belum jatuh, mungkin belum waktunya juga untuk jatuh.


Kebetulan ibu Shiren memilih untuk memberikan ASI Eksklusif, karena kaatanya kalau ASI, nantinya anaknya pintar. Untuk frekuensi menyusu,saat umur 1 - 7 hari ini, sangat sering, BAB pun sering, mungkin sampai lebih 10 kali menyusu dan BAB dalam sehari. Kalau pagi biasanya sampai 6 kali nyus…

Shiren Pulang Ke Rumah

Setelah 1 malam nginap di Rumah Sakit, besoknya dokter memeriksa Ibu Shiren lalu dokter mengatakan kalau misalnya sudah mau pulang, silahkan, asalkan dijaga pakaiannya harus selalu ketat, dan jangan terlalu banyak bergerak. Shiren juga katanya sehat-sehatnya saja, sudah bisa pulang hari ini tanggal 23 Pebruari 2017.

Jam 11 kami sudah packing, dan jam 12 semua urusan administrasi sudah selesai, termasuk surat keterangan lahir sudah saya ambil di Bidan yang bertugas waktu itu, Ibu Shiren adalah pemegang Kartu BPJS Kesehatan, jadi semua proses persalinan hingga rawat inap, ditanggung oleh BPJS.

Setelah semua beres, kamipun meninggalkan rumah sakit umum Benteng selayar, menuju ke selatan Selayar, tepat Kampung Kadieng, Desa Laiyolo Baru, kec. Bontosikuyu, yang jaraknya sekitar 20 KM, atau sekitar 30 menit perjalanan kalau laju mobilnya santai (gak ngebut).

Sesampainya dirumah, kamipun dijemput oleh para tetangga, sembari mereka membantu mengangkat barang-barang yang dimuat oleh Agya Putih…