Skip to main content

Pengurusan Akte Kelahiran

Dengar dari orang sekitar, katanya pengurusan akte kelahiran harus cepat, tidak bisa lebih dari 60 hari setelah bayi lahir, nanti bisa di denda. Sehingga saya pun mencari informasi di sekolah tempat saya mengajar, kebetulan ada teman guru yang adiknya kerja di Dinas Kependudukan. Jadi dialah yang memberikan penjelasan terkait pengurusan akte lahir anak yang baru lahir.

Pertama-tama harus ambil dulu form isian akte dan kartu keluarga (KK) di dinas kependudukan, setelah itu formulir tersebut diisi dan dilengkapi berkas yang diminta, Setelah semuanya lengkap, bawah berkas ke kantor Desa/Lurah setempat. Awalnya saya kira kalau sampai di kantor Desa/Lurah, hanya di tandatangani saja oleh kepala desa/lurah, tetapi masih banyak surat-surat yang dibuatkan oleh staf desa, katanya surat pengantar.
Pengurusan Akte Kelahiran

Intinya yang dilakukan disini adalah Suami (saya sendiri) akan keluar dari KK orangtua saya, dan istri saya akan keluar dari KK orangtuanya juga, dan membuat KK Baru ditambah 1 orang anak. Sehingga harus membawa KK ASLI Orangtua saya dan KK ASLI Orangtua istri saya. Pas photo juga tak lupa saya bawa, dari ukuran 2x3, 3x4 dan 4x6.

Disamping KK yang berubah, KTP kami berdua pun ikut berubah, dari Belum Menikah jadi Menikah, Jika data lain juga ada yang berubah, misal Nama sudah ada titelnya sekarang, harus juga melampirkan Ijazah, dan perubahan lain harus dilengkapi dokumen mendukung masing-masing. Sehingga saya hanya mengurus 1x jalan saja, semua sudah beres.

Yang lama itu prosesnya di kantor Desa/Lurah, sekitar 2 jam , setelah itu segera saya bawa Berkas tersebut ke kantor Kecamatan, untuk diregistrasi dan di tandatangi, proses disini hanya sebentar saja, sekitar 5-10menit.

Masih berlanjut ke kantor dinas kependudukan yang jaraknya kurang lebih 20 km dimana membutuhkan waktu sekitar 30menit, sesampai disana kantorpun sudah istirahat duluan, jadi harus menunggu lagi sampai jam 2 siang baru dibuka, Pas di buka kantornya saya pun langsung menyetor berkas, dan pegawainya mengatakan besok saja datang diambil, sudah jadi itu.

Besok siangnya saya datang kembali, alhasil, langsung disedorkan 1 map, isinya 3 KK baru (KK saya, KK orangtua saya dan KK mertua saya) dan 1 akte kelahiran yaitu akte kelahiran anak saya Shiren. Tinggal KTP yang belum jadi karena habis blanko untuk KTP EL.

Comments

Popular posts from this blog

Alhamdulillah Shiren Faresta Rizal Lahir

Sri Nur Jannah, adalah istri dari Muhammad Rizal (saya sendiri sebagai author blog ini), setelah 9 bulan mengandung akhirnya melahirkan putri pertama kami (baca: Shiren Faresta Rizal) di Rumah Sakit Umum Hayyung Benteng Selayar, tepatnya 01:30 dini hari, Selasa, 21 Pebruari 2017 dengan melahirkan normal dan selamat alhamdulillah.

Proses kelahiran ini adalah suatu yang kami anggap luar biasa, karena sebelumnya kami sudah berkonsultasi dengan dokter pada awal bulan pebruari lalu, kemudian dokter menyatakan kalau perkiraan lahiran adalah tanggal 10 pebruari 2017, dan kami menunggu sampai tanggal tersebut, belum juga lahiran. Akhirnya kembali check up ke dokter, sekarang mengatakan kalau air ketuban tinggal sedikit, dalam jangka 2 hari kedepan mesti diambil tindakan, pertama kali di induksi , kalau berhasil alhamdulillah, tapi kalau gagal, lanjut ke operasi.

Yang namanya orang tinggal dikampung tapi gak kampungan yah, sangat-sangat takut sekali dengan yang namanya operasi, itu kalau orang…

Tali Pusar Belum Kering dan Belum Terlepas

Hari ini 27 Februari 2017, shiren sudah berumur 1 minggu. Yang membuat kami cemas adalah tali pusar belum lepas (jatuh), karena orang-orang bilang kalau tali pusar jatuh paling lama 3 hari, nahh ini sudah 1 minggu belum lepas juga.

Sesuai keterangan dokter dan bidan yang menangani saat di Rumah Sakit, pusarnya tidak usah diobati, dijaga saja kebersihannya, kalau sudah mandi diganti kain kasa yang menjadi penutup pusar. Dengan begitu kamipun tidak mengobatinya membiarkan saja seperti itu.

Shiren juga kelihatannya tidak terganggu dengan keberadaan potongan tali pusar itu. Dan tidak juga merasa sakit, artinya sejauh ini amanlah, walaupun tali pusar belum jatuh, mungkin belum waktunya juga untuk jatuh.


Kebetulan ibu Shiren memilih untuk memberikan ASI Eksklusif, karena kaatanya kalau ASI, nantinya anaknya pintar. Untuk frekuensi menyusu,saat umur 1 - 7 hari ini, sangat sering, BAB pun sering, mungkin sampai lebih 10 kali menyusu dan BAB dalam sehari. Kalau pagi biasanya sampai 6 kali nyus…

Shiren Pulang Ke Rumah

Setelah 1 malam nginap di Rumah Sakit, besoknya dokter memeriksa Ibu Shiren lalu dokter mengatakan kalau misalnya sudah mau pulang, silahkan, asalkan dijaga pakaiannya harus selalu ketat, dan jangan terlalu banyak bergerak. Shiren juga katanya sehat-sehatnya saja, sudah bisa pulang hari ini tanggal 23 Pebruari 2017.

Jam 11 kami sudah packing, dan jam 12 semua urusan administrasi sudah selesai, termasuk surat keterangan lahir sudah saya ambil di Bidan yang bertugas waktu itu, Ibu Shiren adalah pemegang Kartu BPJS Kesehatan, jadi semua proses persalinan hingga rawat inap, ditanggung oleh BPJS.

Setelah semua beres, kamipun meninggalkan rumah sakit umum Benteng selayar, menuju ke selatan Selayar, tepat Kampung Kadieng, Desa Laiyolo Baru, kec. Bontosikuyu, yang jaraknya sekitar 20 KM, atau sekitar 30 menit perjalanan kalau laju mobilnya santai (gak ngebut).

Sesampainya dirumah, kamipun dijemput oleh para tetangga, sembari mereka membantu mengangkat barang-barang yang dimuat oleh Agya Putih…