Skip to main content

Alhamdulillah Shiren Faresta Rizal Lahir

Sri Nur Jannah, adalah istri dari Muhammad Rizal (saya sendiri sebagai author blog ini), setelah 9 bulan mengandung akhirnya melahirkan putri pertama kami (baca: Shiren Faresta Rizal) di Rumah Sakit Umum Hayyung Benteng Selayar, tepatnya 01:30 dini hari, Selasa, 21 Pebruari 2017 dengan melahirkan normal dan selamat alhamdulillah.

Proses kelahiran ini adalah suatu yang kami anggap luar biasa, karena sebelumnya kami sudah berkonsultasi dengan dokter pada awal bulan pebruari lalu, kemudian dokter menyatakan kalau perkiraan lahiran adalah tanggal 10 pebruari 2017, dan kami menunggu sampai tanggal tersebut, belum juga lahiran. Akhirnya kembali check up ke dokter, sekarang mengatakan kalau air ketuban tinggal sedikit, dalam jangka 2 hari kedepan mesti diambil tindakan, pertama kali di induksi , kalau berhasil alhamdulillah, tapi kalau gagal, lanjut ke operasi.

Yang namanya orang tinggal dikampung tapi gak kampungan yah, sangat-sangat takut sekali dengan yang namanya operasi, itu kalau orang tua kami, kalau kami sebagai bakal calon orangtua yang berpendidikan tentunya, tahulah proses-proses yang mesti dijalani kalau dokter sudah menyatakan hal seperti itu. Tetapi disini Ibu Shiren, yang berprofesi sebagai Karyawan BUMN di salah satu Bank di Benteng Selayar, tidak ingin berlama-lama cuti, sehingga dia-nya pun ogah dioperasi.

Dua, tiga hingga 10 hari berlalu, kamipun selalu menunggu sakit yang mungkin akhirnya akan melahirkan, tetapi setelah tanggal 20 pebruari belum juga terasa sakit ingin melahirkan, kamipun kembali checkup ke dokter ditemani bidan di puskesmas tempat tinggal kami.

Setelah checkup, ditahanlah ibu Shiren, karena sudah mau diinduksi katanya, kebetulan waktu itu kami hanya bertiga, dengan ibu mertuaku, jadi ibu shiren ditemani ibunya kala itu, tinggal saya yang bergegas pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan seperti baju, dll, sembari memberitahu keluarga yang ada di kampung.

Proses induksi dimulai pada jam 3 sore waktu setempat pada hari itu, setelah beberapa jam kemudian belum terasa juga. Saya sempat khawatir karena biasanya proses induksi memang gagal, banyak yang sudah dirangsang, tetapi tidak sakit juga, akhrinya dioperasi. Tapi ketika sudah pukul 8 malam, sakit mulai datang, tetapi belum berkelanjutan, masih ada sela beberapa menit, waktu itu masih di ruang observasi RSUD Hayyung Benteng Selayar.

Saat Bidan yang bertugas waktu itu melakukan VT, ternyata sudah pembukaan II, akhirnya dipindah ke ruang tindakan, disnilah prosesnya hingga melahirkan. Yang namanya kali pertama sudah pasti bakalan ribet, ambil nafaspun ibu Shiren tidak tahu, dan sering juga mengedan sesekali pada saat belum diminta mengedan. Pas waktu mengedan tiba, habislah tenaganya, sehingga dibantu dengan pemasangan tabu oksigen.

Dengan melalui perjuangan panjang, dari jam 3 sore, hingga jam 11 malam, ibu Shiren sesekali mengatakan untuk menyerah saja, sudah tidak tahan dengan rasa sakit, tetapi akhirnya jam 12 sudah pembukaaan 5, 1 jam kemudian, sudah ada keluar lendir bercampur darah, yang menandakan akan segera melahirkan, kembali bidan melakukan VT dan memulai proses lahiran, dan alhamdulillah lahiran juga pada pukul 01:30 dini hari.
Alhamdulillah Shiren Faresta Rizal Lahir
Diatas foto shiren ketika baru lahir, digendong sama tante luki. hehehe. Ada yang bilang mirip bapaknya. Foto doc pribadi.

Comments

Popular posts from this blog

Tali Pusar Belum Kering dan Belum Terlepas

Hari ini 27 Februari 2017, shiren sudah berumur 1 minggu. Yang membuat kami cemas adalah tali pusar belum lepas (jatuh), karena orang-orang bilang kalau tali pusar jatuh paling lama 3 hari, nahh ini sudah 1 minggu belum lepas juga.

Sesuai keterangan dokter dan bidan yang menangani saat di Rumah Sakit, pusarnya tidak usah diobati, dijaga saja kebersihannya, kalau sudah mandi diganti kain kasa yang menjadi penutup pusar. Dengan begitu kamipun tidak mengobatinya membiarkan saja seperti itu.

Shiren juga kelihatannya tidak terganggu dengan keberadaan potongan tali pusar itu. Dan tidak juga merasa sakit, artinya sejauh ini amanlah, walaupun tali pusar belum jatuh, mungkin belum waktunya juga untuk jatuh.


Kebetulan ibu Shiren memilih untuk memberikan ASI Eksklusif, karena kaatanya kalau ASI, nantinya anaknya pintar. Untuk frekuensi menyusu,saat umur 1 - 7 hari ini, sangat sering, BAB pun sering, mungkin sampai lebih 10 kali menyusu dan BAB dalam sehari. Kalau pagi biasanya sampai 6 kali nyus…

Shiren Pulang Ke Rumah

Setelah 1 malam nginap di Rumah Sakit, besoknya dokter memeriksa Ibu Shiren lalu dokter mengatakan kalau misalnya sudah mau pulang, silahkan, asalkan dijaga pakaiannya harus selalu ketat, dan jangan terlalu banyak bergerak. Shiren juga katanya sehat-sehatnya saja, sudah bisa pulang hari ini tanggal 23 Pebruari 2017.

Jam 11 kami sudah packing, dan jam 12 semua urusan administrasi sudah selesai, termasuk surat keterangan lahir sudah saya ambil di Bidan yang bertugas waktu itu, Ibu Shiren adalah pemegang Kartu BPJS Kesehatan, jadi semua proses persalinan hingga rawat inap, ditanggung oleh BPJS.

Setelah semua beres, kamipun meninggalkan rumah sakit umum Benteng selayar, menuju ke selatan Selayar, tepat Kampung Kadieng, Desa Laiyolo Baru, kec. Bontosikuyu, yang jaraknya sekitar 20 KM, atau sekitar 30 menit perjalanan kalau laju mobilnya santai (gak ngebut).

Sesampainya dirumah, kamipun dijemput oleh para tetangga, sembari mereka membantu mengangkat barang-barang yang dimuat oleh Agya Putih…