Skip to main content

Posts

Sudah Mulai Bisa Tengkurap, Telinga Pun Sudah Ditusuk

Memasuki bulan ketiga shiren sudah dilubangi telinganya untuk dimasukkan anting sebagai tanda untuk memperjelas bahwa anak kami adalah seorang perempuan, hehehe. Tingkah laku juga semakin hari semakin baik, sudah jarang menangis (rewel).

Leherpun sudah mulai keras, sudah bisa di gerakkan sendiri kekiri dan ke kanan, meski kadang masih oleng, kayak kapal saja. Untuk frekuensi ASI kami sesuaikan saja dengan petunjuk penggunakan yaitu menggunakan botol ASI 120ML , diisi dengan 5 sendok susu, tapi botol diisi hampir penuh dengan air mineral, perkiraan 150ML, dalam hal ini 1sendok itu setara dengan 30ML air.

Selain bagian leher yang sudah agak keras, shiren juga kini mulai bisa tengkurap sesekali, terkadang juga kalau sudah tengkurap tidak bisa lagi membalikkan sendiri badannya, sehingga kamipun bantu, terkadang juga bisa sendiri, dalam hal ini, maksunya dalam tengkurap, kami selalu mengawasi, takutnya terjadi apa-apa yang tidak diinginkan, seperti tidak bisa bernapas, dan lain sebagainya.

Recent posts

Frekuensi Minum ASI Dan BAB/BAK Mulai Berkurang

Frekuensi Minum ASI pada bayi sebanding dengan BAB/BAK, saat di minggu-minggu pertama shiren sering sekali Minum ASI pada ibunya sangat sering, bisa sampai 10 hingga 15 kali sehari semalam, kebetulan Ibunya sampai saat ini masih konsisten memberikan ASI eksklusif.

Setelah shiren selesai akikah, tepat pada minggu kedua, 12 maret, frekuensi menyusu dan BAB/BAK mulai berkurang, tetapi waktu minum ASInya yang lama, biasanya dari 10 hingga 20menit 1 kali minum ASI, beda saat di minggu pertama, minum ASInya memang sering, tetapi waktunya yang singkat, mungkin sekarang lama karena tempat penampungan asi (perut) sudah besar sehingga daya tampung juga lebih banyak.


Untuk kesehatan kulit shiren, saat memasuki umur 2 minggu, kami juga sudah menggunakan bedak sehabis mandi, agar badan lebih fresh dan segar, terutama lagi, keringat dapat terserap, sehingga biang keringat tidak lagi muncul.

Diminggu kedua ini juga, diharapkan ibu agar selalu menjaga pola makan, sehingga kualitas ASI tetap terjaga d…

Shiren Di-Akikah Saat Umur 17 Hari

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah) adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT. mengenai bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadits. (sumber: id.wikipedia.org).

Akikah yang berarti memotong hewan, dalam hal ini hewan yang dipotong sesuai syariat Agama Islam adalah Kambing (domba) dimana untuk bayi laki-laki adalah 2 ekor kambing dan untuk bayi perempuan adalah 1 ekor kambing. Pemotongan hewan ini merupakan wujud rasa syukur kami sesuai pengertian akikah diatas, atas lahirnya anak kami Shiren Faresta Rizal ke dunia, mudah-mudahn diberi umur panjang.

Tepat umur ke 17 hari atau pada hari Jumat, 10 maret 2017 lalu, acara akikah kami lakukan untuk anak kami shiren, Kami pun mengundah semua guru-guru di tempat saya bekerja, dan para pegawai bank, tempat istri saya bekerja, serta orang-orang di kampung dan semberang…

Pengurusan Akte Kelahiran

Dengar dari orang sekitar, katanya pengurusan akte kelahiran harus cepat, tidak bisa lebih dari 60 hari setelah bayi lahir, nanti bisa di denda. Sehingga saya pun mencari informasi di sekolah tempat saya mengajar, kebetulan ada teman guru yang adiknya kerja di Dinas Kependudukan. Jadi dialah yang memberikan penjelasan terkait pengurusan akte lahir anak yang baru lahir.

Pertama-tama harus ambil dulu form isian akte dan kartu keluarga (KK) di dinas kependudukan, setelah itu formulir tersebut diisi dan dilengkapi berkas yang diminta, Setelah semuanya lengkap, bawah berkas ke kantor Desa/Lurah setempat. Awalnya saya kira kalau sampai di kantor Desa/Lurah, hanya di tandatangani saja oleh kepala desa/lurah, tetapi masih banyak surat-surat yang dibuatkan oleh staf desa, katanya surat pengantar.

Intinya yang dilakukan disini adalah Suami (saya sendiri) akan keluar dari KK orangtua saya, dan istri saya akan keluar dari KK orangtuanya juga, dan membuat KK Baru ditambah 1 orang anak. Sehingga ha…

Setelah 2 Minggu Tali Pusar Terlepas

Tali pusar yang tak kunjung lepas, setelah lewat 1 minggu sudah pasti membuat kami cemas, karena biasanya 3 hari sudah terlepas. Ditambah lagi dengan tidak adanya obat yang diberikan, hanya dibiarkan begitu saja, disamping itu kami hanya menjada kebersihan dan tetap terjaga supaya kering sesuai saran Bidan.

Setelah berjalan 2 minggu, tepatnya pada hari senin, 6 maret 2017, tali pusar sudah jatuh, tetap pusarnya belum mengering, kami pun hanya membiarkannya begitu saja seperti semula, dijaga tetap bersih. Tapi ketika ada tamu yang berkunjung mereka menyarankan untuk memberikan bedak viva, yang warnanya coklat.

Begitulah seterusnya kami menjaga tetap kering dan memberikan bedak setiap kali selesai mandi. Dan alhamdulillah sekarang sudah hampir kering semua, disamping diberikan Biospray. Pemakaiannya sendiri adalah disemprotkan jika sudah kering, terlihat pada celah pusar yang belum mengering.

Tali Pusar Belum Kering dan Belum Terlepas

Hari ini 27 Februari 2017, shiren sudah berumur 1 minggu. Yang membuat kami cemas adalah tali pusar belum lepas (jatuh), karena orang-orang bilang kalau tali pusar jatuh paling lama 3 hari, nahh ini sudah 1 minggu belum lepas juga.

Sesuai keterangan dokter dan bidan yang menangani saat di Rumah Sakit, pusarnya tidak usah diobati, dijaga saja kebersihannya, kalau sudah mandi diganti kain kasa yang menjadi penutup pusar. Dengan begitu kamipun tidak mengobatinya membiarkan saja seperti itu.

Shiren juga kelihatannya tidak terganggu dengan keberadaan potongan tali pusar itu. Dan tidak juga merasa sakit, artinya sejauh ini amanlah, walaupun tali pusar belum jatuh, mungkin belum waktunya juga untuk jatuh.


Kebetulan ibu Shiren memilih untuk memberikan ASI Eksklusif, karena kaatanya kalau ASI, nantinya anaknya pintar. Untuk frekuensi menyusu,saat umur 1 - 7 hari ini, sangat sering, BAB pun sering, mungkin sampai lebih 10 kali menyusu dan BAB dalam sehari. Kalau pagi biasanya sampai 6 kali nyus…

Shiren Pulang Ke Rumah

Setelah 1 malam nginap di Rumah Sakit, besoknya dokter memeriksa Ibu Shiren lalu dokter mengatakan kalau misalnya sudah mau pulang, silahkan, asalkan dijaga pakaiannya harus selalu ketat, dan jangan terlalu banyak bergerak. Shiren juga katanya sehat-sehatnya saja, sudah bisa pulang hari ini tanggal 23 Pebruari 2017.

Jam 11 kami sudah packing, dan jam 12 semua urusan administrasi sudah selesai, termasuk surat keterangan lahir sudah saya ambil di Bidan yang bertugas waktu itu, Ibu Shiren adalah pemegang Kartu BPJS Kesehatan, jadi semua proses persalinan hingga rawat inap, ditanggung oleh BPJS.

Setelah semua beres, kamipun meninggalkan rumah sakit umum Benteng selayar, menuju ke selatan Selayar, tepat Kampung Kadieng, Desa Laiyolo Baru, kec. Bontosikuyu, yang jaraknya sekitar 20 KM, atau sekitar 30 menit perjalanan kalau laju mobilnya santai (gak ngebut).

Sesampainya dirumah, kamipun dijemput oleh para tetangga, sembari mereka membantu mengangkat barang-barang yang dimuat oleh Agya Putih…